Jumat, 21 Januari 2011

Gaji Direksi BUMN Bikin Ngiler

1. Bank Mandiri
Direktur Bank Mandiri Zulkifli Zaini PT Bank Mandiri Tbk adalah bank yang bergerak di berbagai segmen bisnis keuangan. Gaji seorang direktur utama Mandiri mengacu hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 4 Mei 2009 adalah Rp 166 juta netto per bulan atau naik 11,06% dari 2008.

Sepanjang 2009, 11 orang direksi Mandiri memperoleh gaji Rp27,57 miliar, tunjangan Rp17,51 miliar dan bonus Rp48,0 miliar. Totalnya adalah Rp93,08 miliar pada 2009 setara dengan Rp7 miliar per tahun atau Rp705 juta per bulan.
Pada Mei 2010, gaji dan tunjangan memang tidak naik, tetapi bonus direksi dan komisaris Mandiri

naik dari Rp60 miliar (direksi Rp48 miliar, komisaris Rp12,8 miliar) pada Mei 2009 menjadi Rp83 miliar. Itu belum termasuk fasilitas bagi 11 direksi berupa perumahan Rp1 miliar, transportasi Rp3,87 miliar dan santunan Rp 4,69 miliar.

Sejauh ini, menurut data BI, Bank Mandiri masih memegang posisi nomor satu sebagai bank terbesar di Indonesia dengan total aset Rp375 triliun pada 2009. Laba yang diraih oleh Mandiri Rp7,15 triliun.


2. Bank Rakyat Indonesia
Direktur Utama BRI, Sofyan Basir PT Bank Rakyat Indonesia Tbk merupakan bank terbesar kedua di Indonesia. Jumlah gaji dan tunjangan yang diperoleh sepuluh orang anggota direksi BRI naik signifikan dari Rp25,2 miliar pada 2008 menjadi Rp40,3 miliar pada 2009. Dengan begitu, rata-rata seorang direktur BRI menerima penghasilan Rp4 miliar per tahun atau Rp333 juta per bulan. Namun, itu belum termasuk bonus, insentif dan tantiem yang diterima oleh direksi, komisaris hingga pejabat eksekutif BRI yang totalnya mencapai Rp159,9 miliar pada 2009.

Menurut data Bank Indonesia, total aset BRI hingga akhir Desember sebesar Rp318 triliun. Sedangkan, total laba bersih yang diperoleh BRI atau Rp7,31 triliun sepanjang 2009 atau naik 22,66 persen dibanding 2008. Laba itu adalah yang terbesar untuk perbankan di Indonesia, bahkan mengalahkan Mandiri, bank terbesar di Indonesia.


3. Bank Negara Indonesia
Dirur BNI Gatot M Suwondo PT Bank Negara Indonesia Tbk adalah bank negara yang bergerak di berbagai segmen bisnis perbankan. Total gaji dan kompensasi yang diterima oleh direksi dan komisaris BNI pada 2009 adalah Rp42 miliar. Dengan asumsi, komposisi penghasilan direksi dan komisaris BNI tak jauh berbeda dengan bank BUMN lainnya, penghasilan sembilan direksi BNI kemungkinan Rp34 miliar selama 2009. Atau penghasilan seorang direktur BNI sekitar Rp3,7 miliar per tahun atau Rp314 juta per bulan.

Menurut data Bank Indonesia, BNI adalah bank terbesar keempat di Indonesia dengan total aset Rp226 triliun. Bank yang dipimpin oleh Gatot Suwondo ini masih kalah dengan BCA dengan total aset Rp283 triliun. Laba yang diraih perseroan meningkat dari Rp 1,22 triliun pada 2008 menjadi Rp 2,48 triliun selama 2009.


4. Bank Tabungan Negara
Dirut BTN Iqbal Latanro (tengah) PT Bank Tabungan Negara Tbk merupakan bank milik negara yang fokus menangani perumahan. Total gaji dan kompensasi, termasuk tantiem yang dibayarkan kepada enam direksi BTN adalah Rp27,06 miliar atau rata-rata Rp4,5 miliar per orang pada 2009. Setiap bulan, rata-rata seorang direksi BTN memperoleh Rp376 juta.

BTN merupakan bank terbesar ke-sepuluh di Indonesia dengan total aset Rp58 triliun pada akhir tahun lalu atau naik dari Rp44 triliun pada 2008. Total laba yang diraih oleh bank yang dipimpin oleh Iqbal Latanro ini cuma naik sedikit dari Rp430 miliar pada 2008 menjadi Rp490 miliar.


Berikut ini lanjutan daftar gaji para petinggi BUMN, khususnya di sektor pertambangan yang VIVAnews himpun dari laporan keuangan perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

1. PT Aneka Tambang Tbk
Jumlah gaji dan tunjangan lainnya untuk komisaris dan direksi perseroan adalah sekitar Rp27,7 miliar. Jumlah gaji dan tunjangan itu untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2009.

Dengan asumsi sekitar 65 persen dari total gaji dan tunjangan itu atau sekitar Rp18,06 miliar untuk direksi, maka dari enam direksi BUMN itu, masing-masing akan menerima gaji dan tunjangan sekitar Rp3,01 miliar per tahun atau Rp250,8 juta per bulan.

Namun, jumlah gaji dan tunjangan komisaris serta direksi perseroan itu turun dibanding 2008 yang mencapai Rp46,3 miliar.

2. PT Timah Tbk
Berdasarkan data laporan keuangan auditan per 31 Desember 2009, jumlah gaji dan bonus lima direksi Timah sebesar Rp12,7 miliar dengan perincian gaji Rp4,8 miliar dan tantiem Rp7,8 miliar.

Dari data tersebut, masing-masing direksi akan menerima gaji (belum termasuk bonus) minimal Rp962,2 juta per tahun atau sekitar Rp80 juta per bulan. Jumlah gaji dan tantiem direksi tersebut turun dibanding 2008 yang mencapai Rp13,2 miliar. Perinciannya, gaji sebesar Rp4,4 miliar dan bonus Rp8,8 miliar.

3. PT Bukit Asam Tbk
Total gaji dan tunjangan direksi serta komisaris perseroan per 31 Desember 2010 mencapai Rp20,5 miliar.

Jika diasumsikan sekitar 65 persen dari total gaji dan tunjangan tersebut, atau sekitar Rp13,3 miliar untuk direksi, masing-masing direktur BUMN tambang yang mencapai enam orang itu akan menerima gaji dan tunjangan minimal Rp2,2 miliar atau Rp185 juta per bulan.

Meski demikian, jumlah gaji dan tunjangan direksi serta komisaris BUMN itu meningkat sekitar 10,2 persen dari sebelumnya Rp18,6 miliar per akhir 2008.

4. TELKOM
Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah PT Telkom merupakan BUMN yang juga memberikan gaji besar kepada anggota direksinya. Untuk tahun anggaran 2009, berdasarkan laporan keuangan Telkom seorang direktur utama, Rinaldi Firmansyah memperoleh penghasilan Rp7,22 miliar selama setahun atau Rp602 juta per bulan. Penghasilan itu terdiri atas gaji, tunjangan, asuransi dan tunjangan lainnya.

Sedangkan, seorang direktur Telkom rata-rata memperoleh penghasilan sebesar Rp6,53 miliar per tahun atau Rp544 juta per bulan.

5. PLN
Dahlan Iskan PLN belum menjadi perusahaan publik. Namun demikian, PLN juga merupakan perusahaan negara yang menggaji tinggi kepada direksinya. Ketika Kementerian BUMN dipimpin oleh Sofyan Djalil, pada Mei 2009 lalu, sang menteri membuat keputusan baru untuk menaikan gaji direksi PLN dari semula Rp45 juta menjadi Rp145 juta per bulan.

Pertimbangannya, PLN yang kini dipimpin oleh Dahlan Iskan merupakan BUMN sangat strategis serta mengelola aset dalam jumlah besar, yakni total Rp350 triliun. Dengan demikian, tanggung jawab yang diemban juga sangat besar.


Sumber: VIVAnews

0 komentar:

Poskan Komentar